Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Menutup tahun ajaran 2026/2027 ini, MTsN 7 Sleman menyelenggarakan Kemah Lomba Tingkat 1 dari tanggal 4 sampai dengan 5 Mei 2026 di bumi perkemahan Bumi Pancoh. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 7 yang terbagi menjadi 20 regu yang terdiri dari 10 regu putra dan 10 regu putri. Kemah ini dimulai dari Senin pagi yang diawali dengan pendirian tenda yang didampingi oleh wali kelas masing-masing dilanjutkan upacara pembukaan kemudian ishoma, Senin (4/5/2026). Dijadwalkan malam harinya setelah salat isya berjamaah, semua peserta mengikuti api unggun dan di tutup dengan pentas seni. Saat upacara pembukaan Kemah LT.1 Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. dalam amanatnya memberikan pesan dan harapannya kepada peserta kemah sekaligus membuka Kemah LT.1 MTsN 7 Sleman.”Dengan mengucapkan Basmallah kegiatan Kemah LT.1 kelas 7 MTsN 7 Sleman secara resmi kami buka. Kami harap peserta kemah dapat mengikuti kegiatan dengan semaksimal mungkin, selain itu kami juga berharap bapak guru pembina bisa memberikan materi yang bermanfaat bagi masyarakat baik materi agama dan sosial”, harap Samsul Arifin. Rahmi Hidayat, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan sekaligus Kakak Pembina Pramuka menjelaskan terkait tujuan kegiatan tersebut.”Kemah LT.1 ini merupakan program tahunan yang bertujuan untuk pembentukan karakter peserta didik. Diharapkan dari kegiatan tersebut, peserta kemah akan menjadi pribadi yang lebih disiplin, tertib ibadah, mempunyai rasa kepedulian sosial yang tinggi dan berguna bagi masyarakat sekitar”, jelas Rahmi. (rdt)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Masa pensiun sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh ASN. Masa pensiun bukan akhir dari dedikasi untuk turut membangun negeri. Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki Purna Tugas. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Pegawai Tata Usaha MTsN 7 Sleman Titik Feriani dan guru Akidah Akhlak Dra. Hj. Fatmih Hi Yusuf memasuki masa Purna Tugas. Tentu saja hal ini akan menimbulkan konsekuensi administratif di bagian Tata Usaha, dikarenakan pegawai tersebut bertugas sebagai pengelola Kepegawaian dan Kesiswaan, dan pekerjaan yang diampunya harus segera dibagi dan dicukupkan kepada pegawai yang lain. Sekian lama mengabdi di MTs N 7 Sleman telah memberikan banyak kontribusi bagi kelancaran program kegiatan dan kemajuan madrasah maupun perbaikan fisik maupun sarana madrasah, begitu pula dengan Dra. Hj. Fatmih Hi Yusuf yang juga merupakan satu-satunya guru Akidah Akhlak MTsN 7 Sleman. Kepala Madrasah MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan kontribusinya yang telah ikut berperan memajukan madrasah. “ Saya berharap walaupun sudah tidak bersama lagi hubungan silaturahmi tetap terus dijaga, apabila ada informasi terkait keluarga mohon terus menginsformasikan ke madrasah. Selanjutnya saya berikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini. Semoga setelah purna tugas beliau selalu diberi kesehatan dan lebih banyak waktu untuk beraktivitas di bidang keagamaan, sosial dan kemasyarakatan”, ungkap Samsul. Selanjutnya Dra.Hj. Fatmih Hi Yusuf dalam sekapur sirih menyampaikan terima kasih dan permohonan maafnya kepada seluruh rekan-rekan kerjanya.”Saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang telah membimbing dan membantu saya selama ini, serta saya memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama ini ada salah kata maupun perbuatan yang saya perbuat secara sengaja maupun tidak”, terang Fatmih. Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Keluarga Besar MTsN 7 Sleman dan Darma Wanita yang dipandu oleh Tri Suryati, S.Pd. selaku perwakilan dari Dharma Wanita. Selanjutnya, acara diakhiri dengan foto bersama. (rdt)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Tim roket air MTsN 7 Sleman mengakhiri proses perjuangan di tahun ajaran 2025/2026 dengan sangat manis. Mereka berhasil mencetak sejarah baru, yaitu menyumbangkan satu medali perak bagi kontingen Indonesia dalam ajang Kompetisi Roket Air tingkat ASEAN tahun 2026. Capaian prestasi yang luar biasa ini diperoleh setelah salah satu personilnya, Intan Dwi Anggraini, berhasil meraih peringkat ke-5 skor terbaik dari seluruh peserta. Kompetisi Roket Air ASEAN 2026 yang bertajuk “2nd ASEAN Water Rocket Competition 2026” tersebut digelar pada hari, Sabtu (25/4/2026) di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta dan diikuti oleh 21 peserta. Bertindak sebagai panitia kegiatan ini adalah Indonesia Science Center Pusat Peragaan IPTEK Jakarta bekerja sama dengan Taman Pintar Yogyakarta. Intan Dwi Anggraini berhasil mencatat jarak 3,30 meter dari titik sasaran. Capaian ini menempatkan Intan Dwi Anggraini di peringkat ke-5 dari seluruh peserta dan berhak atas medali perak. Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin S.Ag sangat mengapresiasi kemenangan ini. Beliau menyampaikan terima kasih atas perjuangan tim roket air, khususnya kepada Intan Dwi Anggraini dan guru pembimbingnya sehingga mencapai hasil yang luar biasa. Sementara itu, guru pembimbing tim roket air MTsN 7 Sleman, Adib Nur Aziz, S.Si menyampaikan banyak berterima kasih kepada anggota kontingan Indonesia, khususnya tiga peserta dari DIY yang saling bekerja sama sehingga bisa mengadakan latihan bersama sebelum kompetisi ini digelar. Baginya, kemenangan ini adalah kemenangan tekad dan gagasan, sebab tidak ada yang tidak mungkin selagi ada gagasan yang kuat dan tekad yang bulat meskipun berbagai tantangan datang menyapa. Man jadda wajada!. (ANA)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Dalam upaya khususnya di lingkungan madrasah, MTsN 7 Sleman bersama Taruna Tanggap Bencana (TAGANA) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dengan kegiatan bertajuk Tagana Masuk Sekolah, Jum’at (24/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh murid kelas 7 dan 8 saja dikarenakan murid kelas 9 betepatan dengan kegiatan ujian praktik. Melalui kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana, apalagi mengingat letak geografis MTsN 7 Sleman berada di lereng gunung Merapi yang dinilai rentan terhadap berbagai potensi bencana khususnya gunung Meletus. Sebelumnya, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Pakem telah melakukan koordinasi dengan pihak madrasah, termasuk kepala madrasah dan dewan guru. Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para murid maupun tenaga pendidik. Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik dengan adanya progam TAGANA masuk sekolah ini. Melalui program dari TAGANA Kabupaten Sleman ini, kami juga ingin ikut berperan serta dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada murid-murid kami bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan pemahaman yang tepat, mereka tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga mampu tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat. Harapannya sinergisitas ini terus berlanjut dan menjadi progam rutin,” ujar Samsul Arifin. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diisi dengan pemberian materi terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang disampaikan langsung oleh personel Tagana disetiap ruang-ruang kelas 7 dan 8, serta satu sesi khusus di ruang guru. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, hingga pentingnya sikap tenang dan sigap saat terjadi kondisi darurat. Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi yang melibatkan seluruh murid dan guru. Dalam simulasi tersebut, para peserta diajak untuk mempraktikkan prosedur evakuasi yang benar, mulai dari berlindung saat guncangan terjadi hingga menuju titik kumpul yang aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Simulasi ini disambut dengan antusias oleh para siswa yang terlihat aktif mengikuti setiap instruksi. Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan refleks kesiapsiagaan apabila bencana benar-benar terjadi. Salah satu anggota Tagana Kabupaten Sleman, Ahmadi yang juga merupakan wali murid dari Atta Fauziah kelas 9C dalam arahannya di ruang guru menjelaskan terkait apa yang harus dimiliki madrasah dalam kesiapsiagaan bencana, bagaimana tindakan guru ketika terjadi bencana, dan jenis-jenis bencana. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban antara tim Tagana, pihak madrasah, serta para murid. Momen ini menegaskan akan komitmen MTsN 7 Sleman dalam ikut berperan aktif meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. (rdt)
Dipenghujung bulan Oktober ini peserta didik MTsN 7 Sleman berhasil membawa pulang 3 Piala sekaligus dalam ajang Semarak Bulan Bahasa dan peringatan 60 tahun MAN 1 Sleman. Dalam berbagai lomba yang diikuti MTsN 7 Sleman berhasil mendapat gelar juara pada berbagai macam cabang perlombaan yang diperoleh Aufa Nur Fadila (Juara Harapan 2 Menulis Cerpen),Muhammad Raihan Triwidiantara, Avisca Putri Zulaikha dan Naura Medina Asya Kinanti (Juara Harapan 1 Vidio Reportase), serta Kirana Shafa Putria Wibowo (Juara 3 Storytelling). Piala dan uang pembinaan di berikan pada saat puncak acara bulan bahasa dan 60 tahun MAN 1 Sleman, Senin (31/10/2022) di halaman MAN 1 Sleman.
prestasi lain
Saat ini MTsN 7 Sleman telah membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru, ayo segera daftarkan anak anda dan jadilah siswa yang cerdas bersama kami