Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – MTsN 7 Sleman memberikan pembekalan mengenai Sekolah Ramah Anak (SRA) kepada peserta didik sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Materi disampaikan agar seluruh siswa memahami hak dan kewajiban mereka selama berada di madrasah. Kegiatan tersebut disampaikan oleh narasumber Sri Budiyantiningsih, M.Si., di aula MTsN 7 Sleman pada Selasa (14/7/2026). “Sekolah Ramah Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh peserta didik. Setiap anak berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, kesempatan belajar, serta diperlakukan dengan adil tanpa diskriminasi. Karena itu, mari bersama-sama menciptakan lingkungan madrasah yang saling menghargai dan menyayangi,” ungkapnya. “Anak juga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, mendapatkan pendidikan yang layak, bermain, berpartisipasi dalam kegiatan madrasah, memperoleh layanan kesehatan, serta terlindungi dari kekerasan fisik, psikis, maupun bullying. Hak-hak tersebut harus dihormati oleh seluruh warga madrasah agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan,” tambahnya. Lebih lanjut, Sri Budiyantiningsih,menjelaskan bahwa budaya saling menghormati, peduli terhadap teman, menjaga kebersihan lingkungan, dan berani melaporkan apabila terjadi tindakan yang merugikan merupakan bagian penting dalam penerapan SRA. Menurutnya, keterlibatan seluruh warga madrasah akan memperkuat terciptanya iklim pendidikan yang positif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. “Melalui penerapan Sekolah Ramah Anak, saya berharap seluruh siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri, menghargai hak orang lain, dan mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan madrasah yang aman, nyaman, serta penuh kepedulian,” pungkasnya. (bma)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) — Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) MTsN 7 Sleman memperoleh materi Adiwiyata sebagai upaya menanamkan budaya peduli dan berwawasan lingkungan sejak awal memasuki madrasah. Materi tersebut disampaikan agar peserta didik memahami pentingnya menjaga kebersihan, menghemat sumber daya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang hijau dan sehat oleh guru sekaligus tim Adiwiyata MTsN 7 Sleman, Edy Widayanta, M.Sc., di Aula MTsN 7 Sleman, Selasa (14/7/2026). “Program Adiwiyata bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan merawat tanaman akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten,” tuturnya. Selain itu, Edy menjelaskan bahwa seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan program Adiwiyata hanya dapat terwujud melalui kerja sama antara guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam membiasakan perilaku ramah lingkungan di lingkungan madrasah. “MTsN 7 Sleman telah membangun berbagai program pendukung Adiwiyata, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pembiasaan hemat energi. Karena itu, saya berharap seluruh peserta didik ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia dan menjadi pelopor budaya peduli lingkungan,” imbuhnya. Kegiatan berlangsung dengan interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi serta menyampaikan berbagai gagasan sederhana untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan madrasah. “Mari kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari sehingga MTsN 7 Sleman tetap menjadi madrasah yang bersih, sehat, nyaman, dan berbudaya lingkungan,” pungkasnya. (bma)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman)-Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTsN 7 Sleman, Gigih Sasmito Adi, S.Pd., menyampaikan tata tertib serta budaya madrasah kepada seluruh peserta didik baru sebagai bekal dalam menjalani proses pembelajaran dan kehidupan di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, serta sikap santun sejak awal tahun pelajaran. Penyampaian materi berlangsung di aula MTsN 7 Sleman pada Senin (13/7/2026). “Seluruh peserta didik harus memahami bahwa tata tertib bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi menjadi pedoman untuk membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama. Budaya madrasah juga harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas,” ucapnya. Selain itu, Gigih menjelaskan bahwa budaya madrasah di MTsN 7 Sleman mencakup pembiasaan salam, senyum, sapa, menjaga kebersihan lingkungan, disiplin waktu, berpakaian sesuai ketentuan, serta menghormati guru, tenaga kependidikan, dan teman. Menurutnya, kebiasaan positif tersebut akan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga madrasah. “Apabila seluruh murid mampu menjalankan tata tertib dengan penuh kesadaran, maka prestasi akademik maupun nonakademik akan lebih mudah diraih. Jadikan madrasah sebagai tempat belajar yang menyenangkan dengan membiasakan perilaku positif setiap hari,” tambahnya. Di akhir penyampaiannya, Gigih mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi teladan dalam menjaga nama baik madrasah melalui sikap, ucapan, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia. “Mari kita bersama-sama membangun budaya madrasah yang disiplin, religius, berprestasi, dan saling menghormati sehingga MTsN 7 Sleman semakin maju dan membanggakan,” pungkasnya. (bma)
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) — Kepala MTs Negeri 7 Sleman, Samsul Arifin, S.Ag., menyampaikan profil, visi, misi, serta berbagai fasilitas madrasah kepada peserta Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) sebagai upaya mengenalkan lingkungan belajar yang unggul, religius, dan berprestasi. Kegiatan tersebut berlangsung di aula MTs Negeri 7 Sleman pada Senin (13/7/2026). “MTs Negeri 7 Sleman berkomitmen menjadi madrasah yang mampu mencetak generasi beriman, berakhlak mulia, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh warga madrasah diharapkan bersama-sama mewujudkan visi tersebut melalui berbagai program yang telah dirancang,” ucapnya. Selain itu, Samsul menjelaskan bahwa visi madrasah diwujudkan melalui berbagai misi, di antaranya meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun karakter peserta didik yang disiplin dan bertanggung jawab, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta membiasakan budaya religius dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seluruh program tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang optimal. “Kami juga memiliki berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran, seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan, masjid, lapangan olahraga, ruang keterampilan, serta lingkungan madrasah yang bersih dan asri. Manfaatkan seluruh fasilitas tersebut untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri selama menjadi bagian dari MTs Negeri 7 Sleman,” tambahnya. Lebih lanjut Ia berharap seluruh peserta didik baru dapat mengenal budaya madrasah sejak awal, menjaga fasilitas yang tersedia, serta berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan akademik maupun nonakademik sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan bagi diri sendiri, keluarga, dan madrasah, pungkasnya. (bma)
Dipenghujung bulan Oktober ini peserta didik MTsN 7 Sleman berhasil membawa pulang 3 Piala sekaligus dalam ajang Semarak Bulan Bahasa dan peringatan 60 tahun MAN 1 Sleman. Dalam berbagai lomba yang diikuti MTsN 7 Sleman berhasil mendapat gelar juara pada berbagai macam cabang perlombaan yang diperoleh Aufa Nur Fadila (Juara Harapan 2 Menulis Cerpen),Muhammad Raihan Triwidiantara, Avisca Putri Zulaikha dan Naura Medina Asya Kinanti (Juara Harapan 1 Vidio Reportase), serta Kirana Shafa Putria Wibowo (Juara 3 Storytelling). Piala dan uang pembinaan di berikan pada saat puncak acara bulan bahasa dan 60 tahun MAN 1 Sleman, Senin (31/10/2022) di halaman MAN 1 Sleman.
prestasi lain
Saat ini MTsN 7 Sleman telah membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru, ayo segera daftarkan anak anda dan jadilah siswa yang cerdas bersama kami