MTsN 7 Sleman Gelar Kemah Lomba Tingkat 1 Penggalang
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Menutup tahun ajaran 2026/2027 ini, MTsN 7 Sleman menyelenggarakan Kemah Lomba Tingkat 1 dari tanggal 4 sampai dengan 5 Mei 2026 di bumi perkemahan Bumi Pancoh. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 7 yang terbagi menjadi 20 regu yang terdiri dari 10 regu putra dan 10 regu putri. Kemah ini dimulai dari Senin pagi yang diawali dengan pendirian tenda yang didampingi oleh wali kelas masing-masing dilanjutkan upacara pembukaan kemudian ishoma, Senin (4/5/2026). Dijadwalkan malam harinya setelah salat isya berjamaah, semua peserta mengikuti api unggun dan di tutup dengan pentas seni. Saat upacara pembukaan Kemah LT.1 Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. dalam amanatnya memberikan pesan dan harapannya kepada peserta kemah sekaligus membuka Kemah LT.1 MTsN 7 Sleman.”Dengan mengucapkan Basmallah kegiatan Kemah LT.1 kelas 7 MTsN 7 Sleman secara resmi kami buka. Kami harap peserta kemah dapat mengikuti kegiatan dengan semaksimal mungkin, selain itu kami juga berharap bapak guru pembina bisa memberikan materi yang bermanfaat bagi masyarakat baik materi agama dan sosial”, harap Samsul Arifin. Rahmi Hidayat, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan sekaligus Kakak Pembina Pramuka menjelaskan terkait tujuan kegiatan tersebut.”Kemah LT.1 ini merupakan program tahunan yang bertujuan untuk pembentukan karakter peserta didik. Diharapkan dari kegiatan tersebut, peserta kemah akan menjadi pribadi yang lebih disiplin, tertib ibadah, mempunyai rasa kepedulian sosial yang tinggi dan berguna bagi masyarakat sekitar”, jelas Rahmi. (rdt)
View MorePelepasan Purna Tugas Guru dan Pegawai MTs N 7 Sleman : Masa Purna Tugas Bukan Akhir Dedikasi Untuk Turut Membangun Negeri
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Masa pensiun sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh ASN. Masa pensiun bukan akhir dari dedikasi untuk turut membangun negeri. Pengabdian tidak berhenti hanya karena kita memasuki Purna Tugas. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Pegawai Tata Usaha MTsN 7 Sleman Titik Feriani dan guru Akidah Akhlak Dra. Hj. Fatmih Hi Yusuf memasuki masa Purna Tugas. Tentu saja hal ini akan menimbulkan konsekuensi administratif di bagian Tata Usaha, dikarenakan pegawai tersebut bertugas sebagai pengelola Kepegawaian dan Kesiswaan, dan pekerjaan yang diampunya harus segera dibagi dan dicukupkan kepada pegawai yang lain. Sekian lama mengabdi di MTs N 7 Sleman telah memberikan banyak kontribusi bagi kelancaran program kegiatan dan kemajuan madrasah maupun perbaikan fisik maupun sarana madrasah, begitu pula dengan Dra. Hj. Fatmih Hi Yusuf yang juga merupakan satu-satunya guru Akidah Akhlak MTsN 7 Sleman. Kepala Madrasah MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan kontribusinya yang telah ikut berperan memajukan madrasah. “ Saya berharap walaupun sudah tidak bersama lagi hubungan silaturahmi tetap terus dijaga, apabila ada informasi terkait keluarga mohon terus menginsformasikan ke madrasah. Selanjutnya saya berikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebanyak-banyaknya, atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini. Semoga setelah purna tugas beliau selalu diberi kesehatan dan lebih banyak waktu untuk beraktivitas di bidang keagamaan, sosial dan kemasyarakatan”, ungkap Samsul. Selanjutnya Dra.Hj. Fatmih Hi Yusuf dalam sekapur sirih menyampaikan terima kasih dan permohonan maafnya kepada seluruh rekan-rekan kerjanya.”Saya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang telah membimbing dan membantu saya selama ini, serta saya memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama ini ada salah kata maupun perbuatan yang saya perbuat secara sengaja maupun tidak”, terang Fatmih. Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari Keluarga Besar MTsN 7 Sleman dan Darma Wanita yang dipandu oleh Tri Suryati, S.Pd. selaku perwakilan dari Dharma Wanita. Selanjutnya, acara diakhiri dengan foto bersama. (rdt)
View MoreMTsN 7 Sleman Rebut Medali Perak dalam Kompetisi Roket Air ASEAN 2026
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Tim roket air MTsN 7 Sleman mengakhiri proses perjuangan di tahun ajaran 2025/2026 dengan sangat manis. Mereka berhasil mencetak sejarah baru, yaitu menyumbangkan satu medali perak bagi kontingen Indonesia dalam ajang Kompetisi Roket Air tingkat ASEAN tahun 2026. Capaian prestasi yang luar biasa ini diperoleh setelah salah satu personilnya, Intan Dwi Anggraini, berhasil meraih peringkat ke-5 skor terbaik dari seluruh peserta. Kompetisi Roket Air ASEAN 2026 yang bertajuk “2nd ASEAN Water Rocket Competition 2026” tersebut digelar pada hari, Sabtu (25/4/2026) di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta dan diikuti oleh 21 peserta. Bertindak sebagai panitia kegiatan ini adalah Indonesia Science Center Pusat Peragaan IPTEK Jakarta bekerja sama dengan Taman Pintar Yogyakarta. Intan Dwi Anggraini berhasil mencatat jarak 3,30 meter dari titik sasaran. Capaian ini menempatkan Intan Dwi Anggraini di peringkat ke-5 dari seluruh peserta dan berhak atas medali perak. Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin S.Ag sangat mengapresiasi kemenangan ini. Beliau menyampaikan terima kasih atas perjuangan tim roket air, khususnya kepada Intan Dwi Anggraini dan guru pembimbingnya sehingga mencapai hasil yang luar biasa. Sementara itu, guru pembimbing tim roket air MTsN 7 Sleman, Adib Nur Aziz, S.Si menyampaikan banyak berterima kasih kepada anggota kontingan Indonesia, khususnya tiga peserta dari DIY yang saling bekerja sama sehingga bisa mengadakan latihan bersama sebelum kompetisi ini digelar. Baginya, kemenangan ini adalah kemenangan tekad dan gagasan, sebab tidak ada yang tidak mungkin selagi ada gagasan yang kuat dan tekad yang bulat meskipun berbagai tantangan datang menyapa. Man jadda wajada!. (ANA)
View MoreIkut Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana, MTsN 7 Sleman bekerja sama dengan TAGANA selenggarakan Simulasi Bencana.
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Dalam upaya khususnya di lingkungan madrasah, MTsN 7 Sleman bersama Taruna Tanggap Bencana (TAGANA) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dengan kegiatan bertajuk Tagana Masuk Sekolah, Jum’at (24/4/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh murid kelas 7 dan 8 saja dikarenakan murid kelas 9 betepatan dengan kegiatan ujian praktik. Melalui kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana, apalagi mengingat letak geografis MTsN 7 Sleman berada di lereng gunung Merapi yang dinilai rentan terhadap berbagai potensi bencana khususnya gunung Meletus. Sebelumnya, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Pakem telah melakukan koordinasi dengan pihak madrasah, termasuk kepala madrasah dan dewan guru. Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para murid maupun tenaga pendidik. Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik dengan adanya progam TAGANA masuk sekolah ini. Melalui program dari TAGANA Kabupaten Sleman ini, kami juga ingin ikut berperan serta dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada murid-murid kami bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan pemahaman yang tepat, mereka tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga mampu tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat. Harapannya sinergisitas ini terus berlanjut dan menjadi progam rutin,” ujar Samsul Arifin. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diisi dengan pemberian materi terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang disampaikan langsung oleh personel Tagana disetiap ruang-ruang kelas 7 dan 8, serta satu sesi khusus di ruang guru. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, hingga pentingnya sikap tenang dan sigap saat terjadi kondisi darurat. Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi yang melibatkan seluruh murid dan guru. Dalam simulasi tersebut, para peserta diajak untuk mempraktikkan prosedur evakuasi yang benar, mulai dari berlindung saat guncangan terjadi hingga menuju titik kumpul yang aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Simulasi ini disambut dengan antusias oleh para siswa yang terlihat aktif mengikuti setiap instruksi. Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan refleks kesiapsiagaan apabila bencana benar-benar terjadi. Salah satu anggota Tagana Kabupaten Sleman, Ahmadi yang juga merupakan wali murid dari Atta Fauziah kelas 9C dalam arahannya di ruang guru menjelaskan terkait apa yang harus dimiliki madrasah dalam kesiapsiagaan bencana, bagaimana tindakan guru ketika terjadi bencana, dan jenis-jenis bencana. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban antara tim Tagana, pihak madrasah, serta para murid. Momen ini menegaskan akan komitmen MTsN 7 Sleman dalam ikut berperan aktif meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. (rdt)
View MoreUjian Praktik Seni Budaya MTsN 7 Sleman, Murid Diajak Mengolah Sampah Menjadi Karya Seni
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - MTsN 7 Sleman melaksanakan ujian praktik Seni Budaya pada bidang Seni Rupa bagi murid kelas 9C yang mengusung tema “Mari Lindungi Alam Kita dengan berkarya Seni Lukis” pada Kamis (23/4/2026) sebagai bagian dari penilaian akhir mata pelajaran Seni Budaya. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus ruang ekspresi bagi murid dalam menampilkan kreativitas dan imajinasi melalui karya seni. Dalam pelaksanaan ujian, para murid menampilkan beragam karya lukisan yang kreatif dan penuh makna. Dengan memanfaatkan media kanvas, papan triplek, kardus dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang seperti kardus, plastic bekas snack, kertas korsn, dsb.,. Guru Seni Rupa, Randat Pratikawa, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga aspek kreativitas dan kepedulian murid dalam menangkap gejala-gejala sosial. “Setelah murid-murid mempelajari materi terkait lukisan. Sekarang kita mulai untuk berkreasi dalam membuat karya seni lukis. Perlu kita ketahui dalam membuat karya lukisan tidak harus menggunakan bahan seperti pastel, cat air, cat minyak ataupun cat akrilik, karya lukisan dapat dibuat dari berbagai bahan yang ditemui sekitar kita seperti halnya membuat lukisan dari berbagai jenis sampah. Membuat lukisan dari sampah fokusnya adalah kreativitas, pemanfaatan limbah (seperti tutup botol, plastik, kertas bekas) menjadi karya visual bernilai seni, pesan lingkungan/sosial, dan pengembangan konsep, menggunakan teknik kolase atau mosaik, dengan penilaian pada konsep, proses, hasil akhir, dan laporan, sesuai dengan semangat kurikulum yang kita pakai saat ini yang mendorong eksplorasi dan kontekstualisasi isu dunia nyata seperti daur ulang dan keberlanjutan,” jelas Randat. Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari para murid. Mereka tampak serius namun tetap menikmati setiap proses dalam menghasilkan karya terbaik. Hasil lukisan yang ditampilkan menunjukkan potensi seni yang kuat dan layak untuk diapresiasi. Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin, S.Ag. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dedikasi guru dalam berinovasi dalam mengembangkan potensi di bidang seni rupa khususnya. “Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menggali bakat dan minat murid. Kami berharap murid terus mengembangkan kreativitasnya dan menjadikan seni sebagai bagian dari penunjang prestasi mereka,” ungkap Samsul Arifin.. Melalui ujian praktik ini, MTsN 7 Sleman menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kreatif, inovatif, dan berkarakter. (rdt)
View MoreUjian Praktik Fiqih Kelas 9 MTsN 7 Sleman: Murid Belajar Merawat Jenazah
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Setelah pelaksanaan TKA-TKAD 2026 telah usai, murid kelas 9 MTsN 7 Sleman melaksanakan ujian praktik sesua mata Pelajaran yang telah dijadwalkan. Seperti halnya yang terjadwal di kelas 9A pada kesempatan hari ini adalah Ujian Praktek mata pelajaran Fiqih. Selain untuk mengejar nilai, ujian praktik ini sebagai bekal murid hidup dimasyarakat, yang diuji langsung oleh Dewan guru pengampu mata Pelajaran Fiqih Siti Aminah, M.Pd.I, Kamis (23/4/2026). Dalam pelaksanaan ujian praktik ini, murid diajarkan tata cara merawat jenazah sesuai dengan anjuran syariat Islam dengan model patung manekin yang sudah dipersiapkan dari madrasah. Tahapan pertama yang dilakukan adalah praktik memandikan jenazah dengan benar sesuai syariat Islam. Setelah tahap ini selesai, ujian dilanjutkan dengan praktik mengkafani jenazah sesuai dengan sunah yang diajarkan Rasulullah Saw. Seluruh murid mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Ujian berlangsung di kelas 9A, yang telah disiapkan untuk menunjang kelancaran praktik tersebut. Siti Aminah, menjelaskan terkait pelaksanaan ujian praktik ini. “Alhamdulillah kegiatan praktik perawatan jenazah di kelas 9A ini berjalan lancar, murid menikmati ujian praktik ini dengan baik,” tegas Siti Aminah. Siti Aminah berharap agar pengalaman yang diperoleh dari ujian praktik ini dapat memberikan kepercayaan diri bagi para murid untuk terjun ke masyarakat ketika dihadapkan pada situasi nyata dalam merawat jenazah. “Semoga setelah mengikuti ujian praktik ini, mereka lebih percaya diri lagi untuk terjun dan berkontribusi di masyarakat apabila suatu saat terjadi hal yang telah mereka dipraktikkan,” harap Siti Aminah. Dengan adanya ujian praktik seperti ini, diharapkan lulusan MTsN 7 Sleman tidak hanya memahami teori saja, tetapi juga memiliki keterampilan langsung dalam mengaplikasikan ilmu Fiqih dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam sosial keagamaan.(rdt)
View MoreSambangi MTsN 7 Sleman, Kanit Binmas Polsek Pakem Menjadi Pembina Upacara
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Upacara hari Senin di MTsN 7 Sleman tambap berbeda. Unit Binmas Polsek Pakem dipimpin AKP Juwanto Edy S melaksanakan Sambang / Silaturahmi di MTSN 7 Sleman.Kanit Binmas Polsek Pakem AKP Juwanto Edy S menjadi pembina upacara dalam upacara bendera hari Senin di halaman MTsN 7 Sleman pada Senin (27/4/2026). Upacara bendera yang dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kalurahan Purwobinangun Pakem Aiptu Dwi Hartanto, Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. beserta pegawai dan dewan guru juga diikuti oleh seluruh murid berjalan dengan hikmad dan lancar. Dalam amanatnya dihadapan peserta upacara AKP Juwanto Edy S membacakan Amanat dari Kapolresta Sleman terkait pesan - pesan Kamtibmas kepada Guru, pegawai dan murid untuk selalu ikut menjaga Kamtibmas dilingkungan madrasah, tertib berlalu lintas, selalu menghindari penyalahgunaan Narkoba, serta Kenakalan remaja dan menjauhi judol. AKP Juwanto Edy S menambahkan dalam amanatnya terkait evaluasi pelaksanaan upacara di MTsN 7 Sleman.”Kami berikan apresiasi atas terselanggaranya upacara di MTsN 7 Sleman yang berjalan lancar dan tertib. Namun, kedepannya bisa lebih baik lagi apabila peserta upacara bisa lebih baik dalam sikap sempurna, jangan ngobrol Ketika upacara berlangsung dan petugas ikrar pelajar bisa lebih tegas lagi terutama dalam pemenggalan kalimat,” tambah AKP Juwanto Edy S. Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. ditemui seusai kegiatan upacara menjelaskan bahwa sinergisitas terus dibangun dengan semua sektor tak terkecuali dengan pihak Kepolisian.”Kami sangat berterimakasih atas sinergisitas yang telah dibangun antara MTsN 7 Sleman dengan Polsek Pakem, ini semua demi kebaikan anak-anak kita,” tutur Samsul Arifin. Harapan untuk terus bersinergi dengan semua elemen dalam membentuk karakter peserta didik akan terus dilakukan guna menuju generasi bangsa yang shalih serta bermanfaat bagi nusa, bangsa, agama dengan menggantungkan cita-cita setinggi angkasa. (rdt)
View MoreMembangun Generasi Sehat, MTsN 7 Sleman Selenggarakan Senam Anak Sehat Indonesia
22 June 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - MTsN 7 Sleman melaksanakan kegiatan Jum’at Sehat berupa Senam Anak Sehat Indonesia pada Jumat (24/4/2026). Acara yang berlangsung di halaman Gedung Baru (Perpustakaan dan Laboraturium) MTsN 7 Sleman tersebut diikuti oleh kepala madrasah, guru, pegawai, dan seluruh murid. Dengan semangat kebersamaan, peserta senam dipandu oleh guru olahraga, Gigih Sasmita Adi, S.Pd. serta dibantu guru yang lain. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan baik serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental para murid Pelaksanaan senam dilakukan pada pagi hari pukul 07.00. Senam dipandu dan diiringi musik melalui pengeras suara sehingga seluruh peserta dapat mengikuti gerakan dengan serentak. Suasana halaman madrasah tampak ceria, murid bergerak aktif mengikuti irama musik dan instruksi gerakan senam yang ditampilkan oleh pemandu senam dengan penuh atraktif. Para guru dan pegawai juga turut berpartisipasi, memberikan contoh sekaligus mendampingi murid selama kegiatan berlangsung. Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin, S.Ag. dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan senam bersama ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan madrasah sehat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, sekaligus membangun kebersamaan di antara guru dan murid”, Jelas Samsul Arifin. Hasan Azis, M.Hum., guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang tergabung dalam tim keagamaan, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme murid. “Anak-anak sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan ini. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan kebersamaan dan keceriaan di lingkungan madrasah. Mereka bisa bebas berekspresi melalui Gerak mereka yang lucu-lucu yang sempat saya abadikan melalui ponsel saya,” ujar Hasan dengan penuh senyum. Kegiatan senam ini diharapkan dapat diselenggarakan rutin dalam agenda Jum’at Sehat untuk membiasakan murid hidup sehat, aktif bergerak, serta menumbuhkan kehadaran terhadap pola hidup sehat. (rdt)
View MoreHari Terakhir TKAD 2026 MTsN 7 Sleman Berjalan Lancar
22 April 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Pelaksanaan hari kedua Mapel Bahasa Inggris yang sekaligus menjadi hari terakhir Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) Tahun 2026 di MTsN 7 Sleman berlangsung tertib dan lancer. Kegiatan ini menutup seluruh rangkaian TKA-TKAD 2026 yang telah dilaksanakan dengan baik tanpa kendala, Rabu (22/4/2026). Sejak pagi, murid hadir tepat waktu dan mengikuti sholat Dhuha dan doa bersama serta pengarahan singkat sebelum memasuki ruang ujian. Pelaksanaan ujian kemudian berlangsung secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sedangkan murid-murid sesi dua mendapatkan les tambahan sesuai mapel yang diujikan di hrai tersebut. Suasana ruang ujian tetap kondusif dengan pengawasan dari pengawas serta dukungan panitia yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Proktor, Teknisi, dan panitia pelaksana berperan aktif dalam mengawal kelancaran setiap sesi, mulai dari kesiapan ruang hingga pengaturan teknis lainnya, sehingga seluruh rangkaian kegiatan pada hari terakhir dapat berjalan tanpa kendala berarti. Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin, S.Ag., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TKA-TKAD Tahun 2026 ini. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan TKA Nasional sampai TKA Daerah 2026 berjalan dengan lancar. Kami mengapresiasi kerja sama guru, panitia, serta kesungguhan seluruh murid kelas IX dalam mengikuti setiap tahapan ujian,” ujar Samsul Arifin. “Kami juga berharap hasil yang diperoleh murid dapat mencerminkan usaha dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini, serta menjadi bekal dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya MA/SMA idaman mereka masing-masing, “tambah Samsul Arifin. Dengan berakhirnya pelaksanaan hari kedua ini, rangkaian TKA- TKAD Tahun 2026 di MTsN 7 Sleman resmi selesai. Harapannya seluruh murid memperoleh hasil yang maksimal dan siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan penuh percaya diri. (rdt)
View MorePerkuat Kesiapan Murid Kelas IX Jelang TKAD 2026, MTsN 7 Sleman Selenggarakan Sholat Dhuha dan Doa Bersama
22 April 2026
Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Seperti yang terlihat pada Rabu pagi sebelum pelaksanaan TKAD hari ke dua, seluruh murid kelas IX mengikuti kegiatan shalat dhuha dan doa bersama yang dilaksanakan di masjid Nurul Hidayah MTsN 7 Sleman. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat. Program shalat dhuha dan doa bersama bagi murid kelas IX MTsN 7 Sleman terus dilaksanakan secara rutin, terutama menjelang pelaksanaan ujian TKAD di hari kedua ini, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mempersiapkan murid secara spiritual dan mental. Shalat dhuha dan doa bersama dipimpin oleh Hadlirin, S.Ag., selaku koordinator keagamaan. Dengan didampingi oleh seluruh Waka, panitia TKAd, dan guru yang bertugas , para murid untuk memastikan murid-murid bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran. Kepala Madrasah Samsul Arifin, S.Ag. menjelaskan terkait progam madrasah dalam mempersiapkan murid-murid untuk meraih nilai maksimal.”Ini merupakan salah satu program madrasah yang bertujuan untuk membentuk karakter religius serta meningkatkan ketenangan jiwa. Melalui doa dan dzikir, murid diajak untuk memulai hari dengan niat ibadah, sehingga mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan membentengi diri dari pengaruh negatif”, jelas Samsul Arifin. “Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan emosional smurif. Doa dan dzikir memberikan rasa tenang, mengurangi stres, serta membantu murid dalam mengelola emosi, terutama menjelang ujian”, tambah Samsul Arifin. Ditemui disela-sela kesibukannya Waka Kurikulum yang juga merupakan Ketua Panitia TKA-TKAD 2026 Estyn Ariestika, S.Pd.,M.Pd. menjelaskan terkait pentingnya memperkuat kesiapan dibidang spiritual.”Program ini merupakan bagian penting untuk memperkuat koneksi spiritual murid dengan Allah SWT, sehingga menumbuhkan keimanan dan ketakwaan yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka, apalagi dalam momentum penting seperti ini”, ujar Estyn. Dengan pelaksanaan yang konsisten dan didukung oleh semua aspek di lingkungan madrasah, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.(rdt)
View More