Warta Santun (MTsN 7 Sleman) - Masih dalam rangkaian kegiatan MATSAMA 2025, MTsN 7 Sleman bekerjasama dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Sleman sampaikan materi terkait Moderasi Beragama. Menghargai perbedaan dan keberagaman di Indonesia harus ditanamkan sejak dini bagi para murid khususnya murid baru. MTs Negeri 7 Sleman mengenalkan moderasi beragama kepada murid baru kelas tujuh sebagai salah satu materi MATSAMA 2025. Kegiatan ini diadakan pada hari terakhir MATSAMA, Rabu (16/7/2025) yang bertempat di Aula MTsN 7 Sleman.
Sebagai pemateri dari FKUB Kabupaten Sleman Drs. B. Belariantata, S.Ag., M.M. menyampaikan materi moderasi beragama dengan cara yang menyenangkan. Belariantara menyampaikan dengan tampilan visual melalui media PPT yang segar dan menarik sehingga tercipta suasana yang hangat. Materi yang disampaikan diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta MATSAMA, apalagi konsep materi yang dibawakan secara ringan yang mudah diserap oleh para peserta. Belariantata mengajak para murid untuk merenungkan berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan media sosial, serta kriminalitas, sekaligus menyadari pentingnya peran mereka dalam menjaga keharmonisan.
Para murid juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat mengenai kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan mereka masing-masing. Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter murid agar memiliki sikap terbuka, toleran, dan bijak dalam menyikapi perbedaan.
Kepala MTsN 7 Sleman, Samsul Arifin, S.Ag., menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk individu yang memiliki pemahaman yang seimbang, toleran terhadap perbedaan, dan mampu hidup harmonis dengan orang lain yang memiliki keaykinan berbeda. “Materi ini sangat penting disampaikan sebagai injeksi pemahaman moderasi beragama yang masuk dalam kegiatan MATSAMA, sebagai upaya menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Di tengah derasnya arus informasi, murid-murid kita perlu dibekali dengan nilai-nilai toleransi dan kemampuan memilah informasi yang benar. Harapan kami, mereka tumbuh sebagai pribadi yang bijak dan moderat,” ujar Samsul Arifin. (rdt)