Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Dalam upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan madrasah, MTsN 7 Sleman menyelenggarakan program literasi bertajuk “JIBAKU (waJIb memBAca buKu)”. Program ini merupakan bagian dari progam inovasi madrasah dalam upaya meningkatkan literasi madrasah. Kegiatan ini mulai dicanangkan mulai awal semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini yang menargetkan peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis murid.
Kegiatan ini mengajak seluruh murid untuk membaca satu buku yang dibawa dari rumah masing-masing dengan tema yang mereka senengi. Kemudian murid akan membuat rangkuman atau resensi singkat dari buku yang dibaca saat itu yang dituliskan di jurna pemantauan literasi murid. Tujuannya adalah membiasakan murid untuk membaca secara rutin dan memahami isi bacaan secara mendalam.
Kepala Madrasah, Samsul Arifin, S.Ag. mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk konkret madrasah dalam menumbuhkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis murid.“Kami ingin menanamkan kebiasaan membaca kepada murid bahwa membaca itu merupakan sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Melalui program pembiasaan literasi “JIBAKU (waJIb memBAca buKu)”, harapan kami dengan program ini murid terbiasa membaca, menulis, dan mengungkapkan gagasan secara tertata. Literasi bukan sekadar kegiatan, tapi proses membentuk cara berpikir” ujar Samsul Arifin dengan penuh optimis.
Sugiatmi, S.Pd. selaku inisiator progam Jibaku menjelaskan terkait progam tersebut.”Kegiatan ini dilaksanakan selama jam literasi setiap Senin Pagi pekan 3 dan 4 dan ditutup dengan pengumpulan hasil resensi buku pada setiap akhir bulan. Resensi terbaik rencananya akan kami publikasikan dalam bentuk sebuah buku pada akhir semester. Harapannya murid-murid tidak hanya membaca tapi bisa paham dengan apa yang mereka baca”, harap Sugiatmi.
Dengan program “JIBAKU”, MTsN 7 Sleman berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan memiliki kecintaan tinggi terhadap ilmu pengetahuan. (rdt)