Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Dalam mempersiapkan murid kelas 9 menghadapi TKA-TKAD 2026, MTsN 7 Sleman selenggarakan Achievment MotivationTraining (AMT) #2 dan doa bersama pada hari Rabu (25/2/2026) pagi. Kegiatan yang mengangkat tema “Langitka Doa Mengetuk Pintu Hati Menuju Sukses TKA-TKAD 2026”, diikuti oleh seluruh peserta didik kelas IX beserta wali peserta didik, serta beberapa perwakilan dari Guru. Sebanyak 300an lebih orang memadati Masjid Nurul Hidayah MTsN 7 Sleman. Sebagai pembicara, MTsN 7 Sleman mengundang , seorang Motivator Nasional yang juga seorang pengawas madrasah yaitu Nur Wahyudin Al Azis, M.Pd. dan kegiatan diakhiri dengan doa bersama.
Dalam sambutannya Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. berharap peserta didik kelas 9 dapat mengikuti kegiatan motivasi belajar ini dengan sebaik mungkin sampai akhir, agar murid lebih termotivasi untuk meningkatkan belajarnya dam menghdapi TKA Nasional yang recananya akan diselnggarakan tanggal 6-7 April medatang.”Tidak terasa pelaksanaan TKA-TKAD 2026 sudah didepan mata untuk itu kita terutama peserta didik harus lebih semangat lagi dalam belajar untuk mendapatkan nilai terbaik. Maka dari itu MTsN 7 Sleman mengadakan AMT yang memiliki tujuan membangun semangat belajar kembali peserta didik kelas 9 dengan dukungan langsung oleh orang tua masing-masing dengan membangun chemistry yang sama bisa mencapai hasil yang diidamkan dan dapat diterima disekolah lanjutan yang diimpikan”, ujar Samsul Arifin dengan penuh semangat.
Narasumber Nur Wahyudin Al Azis, M.Pd. mengawali dengan memberikan penayangan video tentang kesuksesan orang-orang yang mengalami cacat fisik dan diteruskan dengan refleksi diri murid berkaitan dengan orang lain, teman sebaya, guru dan orang tua. Azis juga memberikan kiat-kiat khusus agar bisa sukses untuk ASPD. Penyampaian materi sangat interaktif, melibatkan otak kanan dan kiri dalam permainan sederhana sehingga menggugah motivasi belajar para peserta. “Anda adalah motivator untuk diri Anda sendiri. Di mana ada kemauan ada jalan. Di mana ada kemalasan ada alasan. Prestasi luar biasa tidak bisa diraih dengan cara biasa” tegas narsum pada para peserta.
Aziz menyitir hadist qudsi sebagai berikut: “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersamanya ketika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari”. (HR.Al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ibn Hanbal).Artinya Alloh SWT akan mengabulkan semua permintaanmu sejauh permintaanmu itu ada dalam keyakinanmu”, jelas Azis.
Diakhir sesi AMT Azis mengajak seluruh murid untuk menghampiri orang tuanya guna meminta maaf dan meminta doa restu agar mendapatkan nilai terbaik dalam TKA-TKAD mendatang. Tampak suasana penuh haru, derai air mata tumpah rua ketika seorang anak dengan tulus memeluk orang tuanya, sontak bapak ibu guru yang hadir juga larut dalam suasana haru tersebut.
Ismailsalah satu dari peserta didik dari kelas 9E merasa senang dengan diadakannya kegiatan ini.”Saya merasa senang diadakannya acara ini, karena disini kami difasilitasi untuk bisa langsung meminta maaf dan meminta doa restu orang tua yang mungkin kami malu kalau dirumah. Selain itu dengan motivasi dari narasumber saya merasa mendapatkan semangat baru untuk terus belajar dalam meraih prestasi yang saya cita-citakan”, ungkap Ismail.(rdt)