Warta Santun (MTsN 7 Sleman) – Dalam upaya khususnya di lingkungan madrasah, MTsN 7 Sleman bersama Taruna Tanggap Bencana (TAGANA) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana dengan kegiatan bertajuk Tagana Masuk Sekolah, Jum’at (24/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh murid kelas 7 dan 8 saja dikarenakan murid kelas 9 betepatan dengan kegiatan ujian praktik. Melalui kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana, apalagi mengingat letak geografis MTsN 7 Sleman berada di lereng gunung Merapi yang dinilai rentan terhadap berbagai potensi bencana khususnya gunung Meletus.
Sebelumnya, tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kapanewon Pakem telah melakukan koordinasi dengan pihak madrasah, termasuk kepala madrasah dan dewan guru. Koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para murid maupun tenaga pendidik.
Kepala MTsN 7 Sleman Samsul Arifin, S.Ag. menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik dengan adanya progam TAGANA masuk sekolah ini. Melalui program dari TAGANA Kabupaten Sleman ini, kami juga ingin ikut berperan serta dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada murid-murid kami bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan pemahaman yang tepat, mereka tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga mampu tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat. Harapannya sinergisitas ini terus berlanjut dan menjadi progam rutin,” ujar Samsul Arifin.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diisi dengan pemberian materi terkait Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang disampaikan langsung oleh personel Tagana disetiap ruang-ruang kelas 7 dan 8, serta satu sesi khusus di ruang guru. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, hingga pentingnya sikap tenang dan sigap saat terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan juga dilanjutkan dengan simulasi bencana gempa bumi yang melibatkan seluruh murid dan guru. Dalam simulasi tersebut, para peserta diajak untuk mempraktikkan prosedur evakuasi yang benar, mulai dari berlindung saat guncangan terjadi hingga menuju titik kumpul yang aman melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
Simulasi ini disambut dengan antusias oleh para siswa yang terlihat aktif mengikuti setiap instruksi. Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan refleks kesiapsiagaan apabila bencana benar-benar terjadi.
Salah satu anggota Tagana Kabupaten Sleman, Ahmadi yang juga merupakan wali murid dari Atta Fauziah kelas 9C dalam arahannya di ruang guru menjelaskan terkait apa yang harus dimiliki madrasah dalam kesiapsiagaan bencana, bagaimana tindakan guru ketika terjadi bencana, dan jenis-jenis bencana.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban antara tim Tagana, pihak madrasah, serta para murid. Momen ini menegaskan akan komitmen MTsN 7 Sleman dalam ikut berperan aktif meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. (rdt)